Wawasan Kebangsaan dan Politik Tingkatkan Kepedulian Siswa Tentang Bangsa

Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Ngawi memberikan Sosialisasi Peningkatan pendidikan wawasan kebangsaan dan politik bagi sekolah-sekolah se-Kabupaten Ngawi. Rahmat Didik Purwanto S.sos,M.Si selaku Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Ngawi memberikan materi Pendidikan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan di halaman SMKN 1 Pitu pada Rabu,20/05/2015.

Sosialisasi peningkatan wawasan kebangsaan dan pendidikan politik klik4d dihadiri oleh Bupati Ngawi Ir.H.Budi Sulistyono, Kepala Dinas Pendidikan Drs.Abimanyu.M.Si, Kepala Bagian Humas Ir.Prasetyo Harri Adi serta para guru dan siswa. Sebelum memulai acara sosialisasi ini Bupati beserta rombongan disuguhi dengan paduan suara yang beranggotakan siswi-siswi SMKN 1 Pitu.

Rahmad Didik Purwanto yang menahkodai Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik menyampaikan laporan diadakannya sosialisasi ini yakni bertujuan untuk memberikan pandangan remaja tentang wawasan kebangsaan dan politik. Karena dengan mendekati pemilihan kepala daerah, diharapkan dengan sosialisasi ini para remaja bisa memahami hak pilih dalam pemilu nanti.

Bupati Ngawi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan diadakannya sosialisasi ini bisa membentuk karakter remaja dan bisa memahami wawasan nusantara, akan memancarkan kualitas dan ketangguhan bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap eksistensi suatu negara. Budi Sulistyono menambahkan bahwa wawasan kebangsaan dan pendidikan politik ini harus lebih ditingkatkan lagi agar para remaja bisa mempunyai rasa kepedulian terhadap bangsa ini “paling utama dalam wawasan kebangsaan ini adalah bagaimana para pelejar kita harus bisa menanamkan dan menyatukan dasar-dasar negara dalam jiwa mereka” tegasnya. Bupati juga berharap kedepan SMK yang ada di Kab.Ngawi ini semakin berkembang dan maju untuk menunjang perkembangan Industri yang ada di Kab.Ngawi. Dalam akhir sambutannya Budi Sulistyono berharap ”dengan adanya wawasan kebangsaan para remaja bisa semakin mencintai daerahnya sendiri khususnya Kab.Ngawi dan Bangsa Indonesi serta selalu menatap masa depan dengan penuh optimis”. Acara ini dilanjutkan dengan penyampaian materi kepada para siswa dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kab.Ngawi

Polisi Menangkap Kelompok Intoleran di Solo

Tim Gabungan Polres Kota Surakarta bersama Direktorat Reserse Kriminal Biasa (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah sekarang mulai menerima titik jelas otak pelaku kekerasan oleh kategori intoleran di Kampung Metodranan, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo.

Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutak di Mapolresta Surakarta, Kamis, menyatakan dari hasil keterangan enam tersangka aksi kekerasan hal yang demikian telah mengerucut terhadap pelaku yang menjadi pelopornya.

“Tersangka berinisial BD, warga Solo, diduga menjadi otak pelaku dari aksi kekerasan oleh kategori intoleran itu, meskipun MM, MS, ML, dan RN, dan S diduga terlibat menjalankan pengeroyokan, penganiayaan, dan perusakan, bagus orang maupun barang,” kata Kapolres, dikutip Antara pada situs.

Kapolres membeberkan sebuah ajakan untuk menjalankan aksi kekerasan dan ancaman kekerasan dilakukan melalui grup WhatsApp (WA) kategori intoleran itu.

Tersangka BD kemudian mengajak sebagian orang atau pelaku lainnya mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP) di Kampung Metodranan Pasar Kliwon. Kemudian terjadi komando untuk menjalankan aksi kekerasan secara bersama-sama terhadap orang maupun barang Perisaijitu.

“Tersangka BD ini sebagai admin WA di grup mereka. BD berperan mengawali menjalankan ajakan, hasutan di grup WA terhadap member di kategori grup itu,” kata Kapolres.

12 Terduga Pelaku Kekerasan di Solo

Sebelumnya, Tim gabungan Polres Kota Surakarta bersama Direktorat Reserse Kriminal Biasa (Ditreskrimum) Polda Jateng menangkap dua orang terlibat aksi kekerasan oleh kategori intoleran di Kampung Metodranan, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

Tambahan dua orang yang ditangkap oleh tim gabungan berisial S alias J dan An alias H, keduanya warga Solo, ditangkap di tempat Klaten, Kamis, sekitar pukul 02.15 WIB.

Berdasarkan Kapolres, penangkapan dua orang hal yang demikian di tempat Klaten sehingga seluruhnya sekarang sebanyak 12 orang dan delapan di antaranya ditetapkan tersangka.

Kedua pelaku S dan An hal yang demikian sempat melarikan diri ngumpet di sebagian tempat antara lain, Karanganyar kemudian ke Yogyakarta dan walhasil ditangkap di Klaten.

Bahkan, pelaku dalam pelariannya sempat menyamarkan diri dengan memotong rambutnya agar tak bisa diidentifikasi oleh petugas kepolisian.

Kedua pelaku hal yang demikian, kata Kapolres, dikala ini, dibendung Mapolreta Surakarta, sehingga totalnya yang statusnya tersangka menjadi delapan orang. Dari delapan tersangka ini, lima orang di antaranya, berkasnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Kami kasus aksi kekerasan ini, telah menangkap 12 orang, dan delapan orang di antaranya, statusnya tersangka, empat masih didalami,” kata Kapolres.

Polisi kembali menangkap satu orang pelaku dari kategori intoleran yang menyerang acara hajatan di Mertodranan, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Pelaku hal yang demikian ditangkap di Pacitan, Jawa Timur itu berperan sebagai pencetus massa untuk menyerang acara midodareni putri Habib Umar Assegaf di Solo.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjutak mengatakan tim gabungan yang terdiri dari Polresta Solo dan Ditreskrimum Polda Jawa Tengah telah sukses menangkap satu orang tersangka berinisial S. Kini, pelaku yang terlibat dalam tindakan anarkis itu telah dibendung di rumah tahanan Polresta Solo.